Bagi UMKM, memilih layanan QRIS tidak bisa asal ikut bank atau aplikasi yang sedang populer. Pelaku usaha perlu memahami perbandingan biaya merchant antar bank, fitur transaksi, pencairan dana, dan kemudahan aplikasi. Apalagi untuk bisnis kecil, biaya tetap dan pencatatan manual bisa sangat berpengaruh pada arus kas.
Secara reguler, biaya QRIS mengacu pada skema MDR dari Bank Indonesia. MDR QRIS 0% berlaku untuk merchant UMI dengan transaksi sampai Rp500.000, 0,3% untuk UMI di atas Rp500.000, dan 0,7% untuk Usaha Kecil, Menengah, serta Besar.
Kenapa Biaya QRIS Sering Terlihat Berbeda?
Merchant sering merasa biaya QRIS berbeda antar bank karena yang dibandingkan bukan hanya MDR. Ada bank yang memiliki promo MDR, ada yang menyediakan perangkat EDC, ada yang punya biaya pemeliharaan terminal, dan ada yang memiliki aplikasi merchant dengan fitur tertentu.
Contohnya, dalam ketentuan Merchant BCA, terdapat istilah biaya administrasi pemeliharaan terminal untuk penyediaan dan pemeliharaan terminal, serta MDR sebagai biaya administrasi transaksi.
Sementara itu, Bank Mandiri memiliki program Livin’ Merchant Special Rate hingga 0% untuk pengguna Livin’ Merchant, dengan periode program 1 Januari sampai 31 Desember 2026 dan ketentuan khusus.
Artinya, “lebih murah” bisa bergantung pada periode promo, kategori usaha, perangkat yang dipakai, dan fitur yang dibutuhkan.
Biaya Admin QRIS GetQRIS
Untuk biaya admin QRIS GetQRIS, merchant sebaiknya mengecek detail final melalui kanal resmi saat pendaftaran. Namun, untuk biaya QRIS secara umum, MDR mengikuti kategori merchant dan nilai transaksi sesuai ketentuan BI.
GetQRIS menawarkan satu aplikasi untuk semua metode pembayaran QRIS, dana masuk hari yang sama, notifikasi suara instan, QRIS All-in-One, laporan kasir terintegrasi, dan pencairan dana harian.
Untuk UMKM, fitur seperti ini bisa menjadi nilai tambah karena merchant tidak hanya menerima pembayaran, tetapi juga mendapatkan laporan dan konfirmasi transaksi yang lebih mudah.
QRIS Dinamis dan QRIS ID untuk Bisnis Kecil
QRIS dinamis membantu merchant membuat transaksi dengan nominal tertentu. Ini cocok untuk kafe, warung makan, salon, toko retail, laundry, bengkel, dan jasa harian yang nilai transaksinya berbeda-beda.
QRIS ID atau identitas merchant QRIS didapat setelah merchant melakukan pendaftaran dan verifikasi. BI menjelaskan bahwa setelah dokumen diverifikasi, PJP akan membuatkan Merchant ID dan kode QRIS khusus untuk usaha.
Dengan QRIS ID yang resmi, merchant dapat menerima pembayaran dari aplikasi yang mendukung QRIS dan mengelola transaksi dengan lebih tertata.
Cara Membuat QRIS All Payment
Cara membuat QRIS All Payment dimulai dengan memilih PJP QRIS berizin Bank Indonesia, mengunjungi kanal pendaftaran PJP, mengajukan data usaha, menunggu verifikasi, lalu menggunakan QRIS setelah Merchant ID diterbitkan. BI juga mengingatkan bahwa biaya dan persyaratan pendaftaran QRIS dapat berbeda tergantung PJP yang dipilih.
Bagi merchant yang ingin lebih praktis, aplikasi seperti GetQRIS dapat digunakan sebagai aplikasi QRIS UMKM karena satu kode QR dapat menangani pembayaran dari e-wallet, mobile banking, dan kartu, baik statis maupun dinamis.
Aplikasi Transaksi UMKM: Bank atau Payment Gateway?
Aplikasi bank cocok untuk merchant yang ingin seluruh proses berada dalam ekosistem bank tertentu. Namun, aplikasi payment gateway seperti GetQRIS cocok untuk pelaku usaha yang ingin fokus pada QRIS, notifikasi suara, laporan kasir, dan pencairan harian.
Untuk bisnis kecil, yang paling penting adalah sistem mudah digunakan oleh kasir, tidak membingungkan pelanggan, dan laporan transaksi bisa dibaca owner setiap hari. Biaya rendah tidak banyak membantu jika laporan sulit dicek atau pembayaran sering salah konfirmasi.
GetQRIS untuk Payment Gateway UMKM
GetQRIS mencantumkan layanannya cocok untuk UMKM, warung, kios, bisnis rumahan, retail, layanan jasa, salon, laundry, dan servis. GetQRIS juga mencantumkan alamat di Surabaya, sehingga relevan untuk pencarian lokal bagi merchant yang mencari payment gateway atau aplikasi QRIS UMKM.
Dengan QRIS All-in-One, merchant tidak perlu menampilkan banyak QR berbeda. Pelanggan cukup scan satu QRIS, sementara merchant memantau transaksi melalui aplikasi.
Kesimpulan
Perbandingan biaya merchant antar bank harus dilihat dari MDR, biaya tambahan, perangkat, promo, settlement, dan fitur aplikasi. Untuk QRIS, tarif MDR reguler mengikuti ketentuan Bank Indonesia, tetapi pengalaman merchant bisa berbeda tergantung bank atau perusahaan payment gateway yang dipilih.
GetQRIS dapat menjadi pilihan bagi UMKM yang membutuhkan aplikasi transaksi bisnis kecil dengan QRIS All-in-One, QRIS statis/dinamis, notifikasi suara, laporan kasir, dan pencairan dana harian.
FAQ Perbandingan Biaya QRIS
Apakah biaya QRIS untuk UMKM selalu 0%?
Tidak selalu. UMI mendapat MDR 0% untuk transaksi ≤ Rp500.000, tetapi transaksi UMI > Rp500.000 dikenakan 0,3%. Kategori UKE/UME/UBE dikenakan 0,7%.
Apa itu biaya admin QRIS GetQRIS?
Biaya final perlu dicek saat pendaftaran. Untuk transaksi QRIS, merchant perlu memahami MDR sesuai kategori usaha dan nominal transaksi.
Apa itu QRIS dinamis?
QRIS dinamis adalah QRIS yang dibuat dengan nominal tertentu sehingga pelanggan tinggal scan dan bayar sesuai tagihan.
Apakah GetQRIS cocok untuk aplikasi transaksi UMKM?
Cocok. GetQRIS menyediakan QRIS All-in-One, notifikasi suara, laporan kasir, dan pencairan harian.
Apa yang harus dicek saat membandingkan bank dan payment gateway?
Cek MDR, biaya tambahan, settlement, fitur aplikasi, QRIS dinamis, laporan transaksi, dan kemudahan daftar.