Bagi UKM, checkout adalah momen penentu. Pelanggan sudah tertarik, sudah memilih produk, tetapi masih bisa batal jika proses pembayaran terlalu panjang, biaya tidak jelas, atau metode pembayaran tidak sesuai kebiasaan mereka.
Rata-rata cart abandonment e-commerce masih tinggi. Baymard Institute mencatat rata-rata cart abandonment sebesar 70,22% dari kumpulan studi yang dianalisis.
Karena itu, UKM perlu mengoptimalkan checkout agar pelanggan lebih mudah menyelesaikan transaksi.
1. Aktifkan Guest Checkout
Guest checkout sangat penting untuk pelanggan baru. Jangan paksa pelanggan membuat akun sebelum membeli. Semakin banyak langkah yang harus dilakukan, semakin tinggi kemungkinan pelanggan keluar dari checkout.
Merchant tetap bisa mengumpulkan data penting seperti nama, nomor HP, alamat, dan email. Namun, proses pembuatan akun sebaiknya menjadi opsional setelah pembayaran selesai.
Untuk UKM yang berjualan lewat WhatsApp, Instagram, atau toko online sederhana, prinsipnya sama: jangan terlalu banyak bertanya sebelum pelanggan membayar.
2. Tampilkan Transparansi Biaya Sejak Awal
Transparansi biaya sejak awal membantu pelanggan merasa aman. Tampilkan harga produk, ongkir, diskon, biaya layanan jika ada, dan total yang harus dibayar sebelum pelanggan memilih metode pembayaran.
Jika pelanggan baru tahu ada biaya tambahan di halaman terakhir, mereka bisa merasa tertipu dan batal membeli. Baymard juga menekankan pentingnya informasi biaya seperti ongkir agar pelanggan memahami total biaya sebelum terlalu jauh dalam proses pembelian.
Untuk QRIS, merchant juga perlu memahami bahwa biaya MDR merupakan biaya yang dikenakan kepada merchant, bukan biaya yang semestinya tiba-tiba dibebankan kepada pelanggan sebagai tambahan QRIS.
3. Sediakan Metode Pembayaran Populer
UKM perlu menyediakan metode pembayaran populer sesuai kebiasaan pelanggan. Di Indonesia, QRIS, transfer bank, Virtual Account, e-wallet, dan mobile banking adalah pilihan yang umum digunakan.
GetQRIS menyediakan satu aplikasi untuk semua metode pembayaran QRIS, dengan dana masuk hari yang sama, notifikasi suara instan, dan operasional bisnis yang lebih ringan.
Dengan QRIS, pelanggan dapat membayar dari e-wallet atau mobile banking yang mereka gunakan, tanpa merchant harus menyediakan banyak QR berbeda.
4. Gunakan QRIS Pembayaran Digital UKM
QRIS pembayaran digital UKM cocok untuk merchant yang ingin checkout lebih cepat. Bank Indonesia menjelaskan bahwa QRIS memungkinkan satu QR Code pembayaran digunakan untuk memfasilitasi transaksi dari instrumen pembayaran yang berbeda-beda.
Untuk UKM, QRIS membantu mengurangi hambatan bayar. Pelanggan tidak perlu bertanya nomor rekening, tidak perlu mengirim bukti transfer, dan tidak perlu menunggu admin mengecek mutasi secara manual.
5. Koreksi Istilah “Dompet Digital yang Terdaftar di OJK”
Pencarian dompet digital yang terdaftar di OJK sering muncul, tetapi untuk konteks pembayaran, merchant sebaiknya mengecek penyelenggara pembayaran yang berizin dan diawasi Bank Indonesia. BI menjelaskan bahwa PJP adalah bank atau lembaga selain bank yang menyediakan jasa untuk memfasilitasi transaksi pembayaran.
Jadi, saat memilih e-wallet, QRIS, atau payment gateway, merchant perlu memastikan penyedia berada dalam ekosistem pembayaran yang sesuai perizinan BI.
6. GetQRIS sebagai Payment Gateway Skala Individu UKM
Untuk payment gateway skala individu UKM, GetQRIS bisa menjadi pilihan karena fokus pada QRIS All-in-One untuk UMKM, retail, dan layanan jasa. GetQRIS menyebut satu kode QR dapat menangani pembayaran dari e-wallet, mobile banking, dan kartu, dengan pilihan QR statis atau dinamis sesuai kebutuhan.
Bagi UKM, ini membantu karena merchant tidak perlu membangun sistem checkout kompleks dari awal. Cukup gunakan aplikasi QRIS, tampilkan kode QR, dan pantau transaksi.
7. Pastikan Checkout Mudah dari HP
Mayoritas pelanggan online melakukan transaksi dari HP. Karena itu, checkout harus mobile-friendly. Tombol bayar harus jelas, instruksi singkat, ukuran teks terbaca, dan pilihan pembayaran mudah dipilih.
Jika merchant menggunakan QRIS, pastikan QR dapat diunduh, dibagikan, atau ditampilkan dengan kualitas jelas. Untuk transaksi chat, kirim instruksi singkat seperti: “Scan QRIS ini, pastikan nama toko benar, lalu konfirmasi setelah pembayaran berhasil.”
Kesimpulan
Cara meningkatkan conversion rate checkout UKM adalah dengan mengurangi hambatan bayar. Gunakan guest checkout, tampilkan biaya sejak awal, sediakan berbagai pilihan pembayaran, dan gunakan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang familiar.
Dengan GetQRIS, UKM dapat menerima pembayaran QRIS dari berbagai aplikasi, mendapatkan notifikasi suara, dan memantau transaksi dengan lebih praktis.
FAQ Meningkatkan Conversion Rate
Apa penyebab checkout UKM sering gagal?
Penyebab umum meliputi checkout terlalu panjang, wajib daftar akun, biaya tidak transparan, metode pembayaran terbatas, dan konfirmasi pembayaran lambat.
Apakah GetQRIS cocok untuk UKM?
Ya. GetQRIS menyediakan QRIS All-in-One, dana masuk hari yang sama, notifikasi suara, dan operasional bisnis yang lebih ringan.
Apa manfaat guest checkout?
Guest checkout mengurangi hambatan bagi pelanggan baru karena mereka bisa membeli tanpa membuat akun terlebih dahulu.
Apa itu QRIS untuk UKM?
QRIS untuk UKM adalah penggunaan kode QR pembayaran resmi agar pelanggan bisa membayar dari berbagai aplikasi yang mendukung QRIS.
Apakah dompet digital terdaftar di OJK?
Untuk konteks sistem pembayaran, merchant sebaiknya mengecek penyedia pembayaran yang berizin dan diawasi Bank Indonesia sebagai PJP.